Categories : Atap baja ringan

 

Rangka atap baja ringan dalam perkembangan teknologi pembangunan telah sedemikian pesatnya sehingga sekarang untuk membangun sebuah rumah hanya membutuhkan waktu yang lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Selain lebih efektif, penemuan bahan material yang baru juga membuat proses menjadi lebih hemat dan praktis. Belum lagi jika diukur dari sisi keamanan rumah tersebut. Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan dalam membangun rumah adalah rangka atap baja ringan.

Pada umumnya, rangka atap sebuah bangunan dibuat dari baja. Namun perkembangannya saat ini telah ditemukan baja ringan yang jauh lebih kuat dengan bobot yang lebih ringan dibanding baja konvesional. Baja ringan ini merupakan jenis cold rolled coil (CRC) dengan mutu yang tinggi. Daya tariknya bahkan mencapai 550 MPa dengan profil berbentuk huruf C atau O. Rangka ini juga memiliki beberapa elemen utama sebagai ciri khasnya, yakni kuda-kuda dan bracing, reng, baut, dinabolt serta talang jurai.

Dengan kelebihan yang dimilikinya, hampir rata-rata rumah-rumah, gedung perkantoran, gudang, ruko, hotel, maupun bangunan lainnya memanfaatkan rangka atap baja ringan sebagai konstruksinya. Biaya perawatan yang lebih murah dan tahan lama adalah faktor yang menjadi pertimbangan masyarakat untuk memilih rangka jenis ini. Apalagi baja juga tahan terhadap perubahan cuaca, tidak berkarat, awet hingga puluhan tahun dan tentu saja anti rayap.

Rangka atap baja ringan memiliki kelebihan dibanding dari baja yang biasa. Misalnya, tidak membutuhkan finishing cat lagi. Selain itu juga ramah lingkungan dan bisa menghemat struktur bangunan. Rangka ini juga mudah dipasang dan sangat efisien dari segi waktu karena bisa dipabrikasi sebelum dipasang. Dengan bahan baku 55% aluminium, 43.5% Zinc dan 1.5% Silikon, baja memang menjadi pilihan sebagai tulang atas rumah kita.

Struktur rangka atap yang terbuat dari baja ringan jauh lebih kokoh karena terdapat sistem plat Buhul dalam setiap tumpuan sendinya. Mirip dengan jembatan dan bahkan kekokohannya lebih kuat dibanding kuda-kuda baja lainnya. Bisa dipakai dengan genteng metal atau keramik dan beton yang bobotnya lebih berat. Kuda-kudanya juga lebih bervariasi ketimbang baja konvensional. Sifatnya yang stabil terhadap tekuk, punter serta muai juga menjadi pertimbangan utama mengapa rangka jenis ini banyak dipakai oleh pengguna bangunan. Apalagi banyak pilihan bentangnya, mulai dari yang kecil (6 – 8 meter), menengah (8 – 10 m) serta bentang besar yang mencapai 12 meter. Adapula bentang khusus yang panjangnya melebihi 12 meter.

Rangka atap baja ringan tersedia berbaga jenis material, mulai dari galvalume, zincalume dan galvanized. Rangka atap ini dihitung dalam satuan meter persegi. Jika menurut Anda kayu lebih murah daripada baja, pertimbangkanlah faktor-faktor seperti cuaca dan rayap. Umur kayu biasanya mencapai 10 tahun dengan asumsi dirawat dengan obat anti rayap dan perubahan cuaca. Namun bila perawatannya minim, kayu bahkan tidak akan bertahan hingga 10 tahun. Dan pertimbangkan pula faktor lain seperti biaya satu meter kubik kayu balok dan kebutuhannya. Secara kasat mata, kayu lebih murah. Tapi secara susbtansi, ternyata baja jauh lebih hemat terutama bila dilihat dari pemakaian jangka panjang.

Rumah dan kantor adalah bangunan yang harusnya bisa tahan lebih lama karena biasanya digunakan untuk jangka panjang hingga puluhan tahun. Bila dibangun dengan kerangka kayu biasa, besar kemungkinan dalam waktu kurang dari satu dekade akan ada biaya pengeluaran tidak terduga untuk mencegah kekroposan atap. Padahal, dengan ditemukannya teknologi material rangka atap baja ringan ini, masalah seperti itu dijamin tidak akan ditemukan di kemudian hari. Maka pada intinya, membangun rumah dengan baja ringan sebenarnya adalah investasi masa depan.

Share dan like artikelnya dapat kan promo menarik dengan hastag #petratruss

Facebook Comments